Mengenali Orientasi Dalam Belajar Bahasa Inggris

Mengenali Orientasi Dalam Belajar Bahasa Inggris

Beda orang, Beda Tujuan

 

Setiap orang belajar Bahasa Inggris dengan tujuan yang berbeda, dan hal ini disadari oleh banyak peneliti bahasa terapan atau praktisi pengajaran bahasa asing.

 

Gardner dan Lambert (1972) menggunakan istilah ‘orientasi‘ untuk mengacu pada tujuan yang beragam ini serta membedakan antara orientasi integratif dan orientasi instrumental.

1. Orientasi Integratif

 

Orientasi integratif pada dasarnya keinginan belajar bahasa Inggris untuk melebur dengan kelompok sosial-budaya yang menjadi penutur bahasa tujuan.

 

Dalam hal Bahasa Inggris, kelompok yang dimaksud adalah penutur asli Bahasa Inggris atau yang kita kenal sebagai native speakers.

 

  • Menikah Dengan Seorang Native Speaker

 

Untuk orang Indonesia, orientasi ini bisa ditemukan di antara WNI yang menikah dengan orang Kanada dan akan pindah ke sana untuk tinggal bersama pasangannya.

Untuk dapat berinteraksi dengan keluarga besar, teman dan tetangga si pasangan, WNI ini tentu merasakan kebutuhan untuk berlatih menggunakan Bahasa Inggris.

 

  • Penggemar Kultur atau Produk Negara berbahasa Inggris

 

Contoh lainnya adalah para penggemar serial “Sherlock Holmes” dan “Game of Thrones” yang mengagumi negara, bahasa, aksen, hingga cara berpakaian masyarakat Britania akan dengan senang hati memperkaya kosa kata Bahasa Inggris, terutama yang banyak digunakan oleh aktor dan aktris di dalam film tersebut.

 

Bisa saja seorang siswi kelas 4 SD berlatih menggunakan aksen British agar terdengar seperti Hermione idolanya dalam film “Harry Potter”.

 

2. Orientasi Instrumental

Sementara itu, orientasi instrumental merujuk pada kesadaran akan pentingnya belajar Bahasa Inggris agar mendapat pekerjaan yang lebih baik, dapat melanjutkan pendidikan tinggi di luar negeri,

dan sederet alasan lain yang menjadikan Bahasa Inggris sebagai salah satu instrumen dalam mencapai tujuan lain yang lebih jauh.

Ya, tentu kita banyak mendengar bahwa untuk mendaftar beasiswa ke luar negeri, ada skor minimal IELTS Academic yang harus dipenuhi.

Untuk melamar pekerjaan di perusahaan multinasional di Jakarta pun, calon karyawan harus melampirkan nilai TOEIC atau setidaknya TOEFL ITP. 

 

Di Lapangan, 2 Orientasi bisa saling isi

Dalam banyak kasus, kedua orientasi tidak berlaku sepenuhnya eksklusif.

WNI dalam contoh di atas barangkali juga berharap supaya kemampuan berbahasa Inggrisnya dapat membantunya mendapatkan pekerjaan paruh waktu di Kanada,

dan mereka yang ingin S2 ke luar negeri juga ingin menjalin pertemanan dengan mahasiswa asing untuk memperluas wawasan dan pengalaman. 

 

Lalu, apa orientasi kita ?

Mengenali orientasi diri dalam belajar Bahasa Inggris akan membantu kita memahami kebutuhan sendiri, misalnya, apakah sebaiknya mengambil kursus Academic Writing atau Conversation.

Kita pun juga akan lebih terarah dalam menyusun strategi belajar, seperti mana yang dipelajari lebih dahulu antara kosa kata umum atau kosa kata terkait bidang studi/kerja.

Pada akhirnya, kita sendirilah yang menentukan langkah agar tidak salah arah. 

 

Author

Lavinia Disa Winona Araminta

She earned a Master degree in Applied Linguistics from the University of Auckland and a Bachelor in English Literature from Universitas Indonesia (UI)

 

Referensi:
Gardner, R. & Lambert, W. (1972). Attitudes and motivation in second language learning. Rowley, MA: Newbury House.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *